Beranda > Life Style > Black Community – Tips berpuasa

Black Community – Tips berpuasa

September 17, 2007 Tinggalkan Komentar Go to comments

Safril.tk – Bulan puasa tiba, pastinya pola makan juga turut berubah, meski bisa dibilang perubahan tersebut hanya temporer. Perubahan ini lebih banyak dialami sistem pencernaan kita, di mana sebelum berpuasa, sistem pencernaan bekerja ekstra keras, namun dengan berpuasa, kerja pencernaan menjadi berkurang, sehingga asam lambung dan enzim pencernaan pun ikut beristirahat.

Sengaja membiarkan perut kosong cenderung membuat orang lemas dan lesu, sehingga saat berpuasa lebih memilih untuk berdiam diri dan menghindari aktivitas fisik. Dan tidur menjadi pilihan yang tepat agar puasa berlalu tanpa terasa.

Tapi tahukah Anda, jika tidur dan tak melakukan aktivitas saat berpuasa justru membuat Anda lemas. Menurut Dr. Ebrahim Kazim, dokter dan sekaligus pendiri Islamic Academy Trinidad, dalam bukunya ‘Further Essays on Islamic Topics’, menyebutkan duduk bengong tanpa melakukan aktivitas apapun akan membuat rasa lapar dan lemas lebih terasa. Rasa lemas ini akibat penurunan gula darah yang berlebihan, di mana gula darah yang terlalu rendah justru membuat kita bertambah lemas dan perut keroncongan.

Gula darah rendah otomatis membuat otak lebih sulit berkonsentrasi. Ini karena otak yang sudah terbiasa mendapat energi dalam bentuk glukosa berkurang, dan pengurangan aliran glukosa ke jaringan otak akan membuat kita sulit berkonsentrasi. Hal ini hanya terjadi pada awal kita menjalani puasa, namun rasa pusing dan sulit konsentrasi ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari kita menjalani puasa. Yang penting jangan banyak bengong dan tetap beraktivitas sesuai porsinya.

Tetap aktif secara fisik saat berpuasa memompa tubuh untuk mengeluarkan hormon stres. Hormon ini yang memeras gula keluar dari cadangan hidrat arang tubuh, dan membuat gula baru dari jaringan cadangan tubuh lainnya seperti jaringan lemak.

Selain penurunan gula darah, perubahan jam tidur juga mendukung rasa kantuk yang kerap menyertai saat berpuasa. Bangun dini hari dan bersantap sahur otomatis akan mengubah daur fisiologi hormon yang mencapai puncak produksinya dari tengah malam, yakni growth hormone (hormon pertumbuhan) dan cortisol hormone.

Hormon pertumbuhan berfungsi meningkatkan penghancuran asam amino dari darah ke otak yang membantu pemulihan sel saraf. Sementara hormon kortisol berperan membantu meredam stres saat bangun pagi, mengurangi peradangan, dan rasa letih.

Selain perubahan pola tidur, faktor ‘psikologis sistem pencernaan’ juga perlu diperhitungkan. Makan pada jam yang seharusnya kita tidur adalah sesuatu yang belum bisa diterima sistem pencernaan, karena itu santap sahur harus dibedakan dengan sewaktu kita makan biasa.

Makan secukupnya dengan kandungan gizi tepat dan jika dibutuhkan bisa mengkonsumsi suplemen. Ingat, jangan memberi tugas terlampau berat dan terlalu buru-buru pada saluran pencernaan yang ‘masih tidur’.

Dr Kazim juga menyebutkan saat berpuasa, tubuh manusia akan ‘memanggil’ hormon endorphins (hormon yang mengurangi sensasi rasa sakit dan gangguan emosional), yang memberikan rasa menenangkan secara psikologis.

Ketenangan ini makin diperkuat dengan aktivitas keagamaan yang dilakukan saat Ramadhan yang didukung disiplin dan kontrol diri dari segala perbuatan mungkar. Puasa membuat kita jauh lebih tenang, damai, dan ikhlas. Selamat berpuasa!

Categories: Life Style
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.