Beranda > Tanpa Kategori > ‘MENGEJAR MAS-MAS’, Oh… Jakarta, Oh… Yogyakarta

‘MENGEJAR MAS-MAS’, Oh… Jakarta, Oh… Yogyakarta

Safril.tk Pemain : Dinna Olivia, Dwi Sasono, Poppy Sovia, Elmayana Sabrenia, Ira Wibowo, Roy Marten

Shanaz (Poppy Sovia – 17 tahun) menjadi remaja putri pemberontak sejak ayahnya meninggal. Shanaz merasa bersalah atas kematian ayahnya. Hubungannya dengan Ibunya yang memang tidak pernah cocok makin meruncing dengan kepergian sang ayah.

Puncaknya, saat Ibu Shanaz memberitahu bahwa ia akan menikah lagi. Shanaz merasa Ibunya telah mengkhianati almarhum ayahnya. Shanaz memutuskan untuk kabur dari rumah dan pergi menyusul kekasihnya, Mika, ke Yogyakarta.

Setiba di kota gudeg ini, Shanaz yang tidak membawa uang sepeserpun, terlunta-lunta. Mika yang dicarinya pergi mendaki gunung. Handphonenya tidak bisa dihubungi.

Di tengah kegalauannya, Shanaz terdampar di sudut kota yang ternyata merupakan sarang
lokalisasi kelas bawah. Untung ada Ningsih (Dinna Olivia), seorang PSK yang bersimpati pada keadaan Shanaz. Ia menampung Shanaz di rumah kostnya. Semula Shanaz merasa, dirinya berada dalam kondisi yang lebih buruk dari mimpi terburuknya.

Tetapi lambat laun Shanaz mulai menyadari bahwa kehidupan di sudut kumuh kota Yogyakarta ini tidak seburuk yang ia duga. Ningsih yang baik hati menjadi figure kakak
sekaligus Ibu yang selama ini tidak dimilikinya. Shanaz juga berkenalan dengan Parno (Dwi Sasono), seorang pengamen campursari yang juga mantan kekasih Ningsih.

Ketulusan Parno meluluhkan hati Shanaz. Diam-diam remaja ini menaruh hati kepada Parno yang lebih tua 20 tahun darinya. Masalah menjadi kompleks. Ningsih, masih menyimpan
perasaan untuk Parno.

Parno pun tampaknya belum sepenuhnya melupakan Ningsih. Saat Mika, kekasih Shanaz turun dari gunung dan ingin menjemput Shanaz kembali ke Jakarta, justru Shanaz ragu.

Apakah dia perlu meninggalkan kehidupan dan keluarga yang baru ditemukannya ini untuk kembali ke Ibu yang tidak pernah memahami dirinya di Jakarta? Ini adalah potret kegalauan
hidup remaja metropolitan akan makna kehidupan, kesahajaan dan kepuasan batin.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s